Unggul FC Malang tak lolos fase pertama Futsal Super League 2025 yang digelar di GOR Manahan, Solo, Kamis (25/9/2025). Kepastian ini didapatkan setelah anak asuh Pelatih Andre Brocanelo itu takluk dari Cosmo JNE dengan skor 2-6.

Pada babak pertama, Unggul FC sudah tertinggal 1-3 dari Cosmo. Tiga gol beruntun Mohammad Rizki di menit 11, Israr Megantara di menit 11, dan Reza Gunawan di menit 12 cuma bisa dibalas satu gol oleh Andres Dwi Persada semenit sebelum istirahat turun minum.

Tim futsal kebanggaan Arek-arek Malang itu mencoba mengejar ketinggalan lewat gol Andres Teran saat babak kedua berjalan lima menit. Sayangnya, tiga gol beruntun kembali tercipta ke gawang mereka setelahnya, melalui Roby Hilman di menit 36 dan 37, serta Andri Kustiawan di menit 38.

Andre merasa taktik dan strateginya tak berjalan bagus di lapangan. Dalam beberapa situasi, pasukannya kehilangan momentum untuk menghasilkan lebih banyak gol untuk mengejar skor.

“Saya lihat di 10 menit awal kami bermain bagus, ada beberapa kesempatan tapi gak ada gol ke gawang lawan. Setelahnya, kami lebih banyak menunggu. Tapi saya pikir mungkin saya gak memberikan motivasi yang cukup bagi para pemain saya,” kata Andre.

Pelatih asal Brasil itu berkilah sudah mempersiapkan tim selama empat pekan. Bukan cuma latihan, mereka juga sudah mencoba taktik dan strategi dalam laga uji coba, termasuk menghadapi sesama kontestan Liga Futsal Profesional Indonesia 2025-2026, Moncongbulo FC.

“Sekarang kami perlu bekerja keras, kami perlu melihat apa yang terjadi dalam pertandingan ini. Karena tim ini menjalani latihan empat minggu terakhir dengan sangat baik. Tapi di laga ini saya gak melihat tim yang sama seperti saat latihan,” imbuhnya.

Karena sudah kehilangan kesempatan di ajang pramusim tersebut, Andre mengalihkan fokus ke kompetisi. Sebsb, Liga Futsal Profesional Indonesia 2025-2026 sudah tinggal sepekan lagi digelar.

“Sekarang masalahnya adalah soal psikologis. Karena terkadang saya melihat ketakutan pada beberapa pemain, dan seolah gak ingin bermain. Termasuk mudah kehilangan penguasaam bola di kaki,” jelas pelatih berusia 53 tahun itu.

“Tapi gak masalah, saya akan mengubah situasi. Semua orang mengubah situasi dan tim menjadi lebih siap untuk memulai liga,” pungkas pelatih yang juga punya paspor Spanyol itu.