Unggul FC Malang kenalkan pelatih fisik anyar di paruh musim Pro Futsal League 2025-2026 bernama Ricardo Vilasbóas. Pelatih asal Brasil itu bakal menjadi bagian dari staf kepelatihan untuk putaran kedua.
Sebelumnya, Unggul FC telah melepas pelatih fisiknya, Abdul Manan usai putaran pertama lalu. Kini, tim futsal kebanggaan Arek-arek Malang itu mencoba mengisi slot yang kosong itu dengan mendatangkan pelatih pengganti mendampingi tugas Pelatih Kepala Andre Brocanelo.
Manajer Tim Unggul FC, Usa Laksono membeberkan alasan klub mengapa merekrut pengganti pelatih fisik asing. Keinginan agar ada transfer ilmu kepada skuad Unggul FC menjadi tujuan utama.
“Kami datangkan Coach Ricardo ini demi transfer ilmu kepada pelatih lokal, pemain, bahkan staf medis agar sistem latihan meningkat secara keseluruhan,” kata Usam
Menurutnya, langkah ini bukan berarti Unggul FC menilai pelatih fisik lokal tidak bagus. Banyak pelatih lokal berkualitas, tapi Unggul FC sengaja mengejar pengalaman global dan pendekatan ilmiah.
“Kami lihat Coach Ricardo ini punya pengalaman dan standar internasional yang ingin dikejar klub. Selain itu, kami berharap bisa mengadopsi metode latihan modern yang sudah teruji,” imbuhnya.
Dari CV-nya, Usa tahu jika Ricardo punya pengalaman jadi bagian dari pengarang artikel scientific dalam aspek futsal dan sepak bola. Pelatih berusia 35 tahun itu pun lulusan Physical Education (Bachelor’s and Bachelor’s Degree) dari University of Passo Fundo (UPF) pada tahun 2016 dan spesialis dalam exercise physiology, sports training and exercise prescription dari Alto Uruguay Development Institute (IDEAU) pada tahun 2021.
“Dia punya ilmu sport science yang lebih maju, mungkin karena pelatih fisik umumnya harus memanage periodesasi latihan, recovery dan injury prevention serta membantu performa pemain lebih stabil dengan menggunakan GPS yang klub miliki untuk dikembangkan,” jelasnya.
Kehadiran Ricardo ini menurutnya juga bagian dari hasil evaluasi hasil putaran pertama lalu. Saat ini Unggul FC berada di peringkat 6 klasemen sementara dengan koleksi 19 poin.
“Dari evaluasi putaran pertama, espektasi klub sangat jelas, karena harapan kami ingin peningkatan spesifik fisik sesuai posisi pemain, konsistensi performa sepanjang musim, penurunan angka pemain cedera, penerapan sports science yg modern dan disiplin budaya profesional,” pungkasnya.